Teknologi Yamaha Jupiter MX / T135
Teknologi Yamaha Jupiter MX / T135
Jupiter mx,
versi nama Indonesia dari produk aslinya yaitu T135 adalah motor bebek
yang lahir dengan mengadopsi teknologi dari motor balap. Faktor
keunggulan T135 yang
telak membuat kompetitor tak berkutik adalah kapasitas mesinnya paling
besar dibandingkan moped lain di indonesia, 4 tak 135 cc 4valve SOHC. Selain itu Jupiter MX juga merupakan moped yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang menggunakan DiASil Cylinder dan Forged Piston yang mendapat jaminan garansi selama 5 tahun. tentu teman-teman bertanya-tanya apa itu sebenarnya teknologi DiASil Cylinder dan Forged Piston?
DiaSil Cylinder
DiaSil Adalah singkatan dari Die Aluminium Silicon,
yaitu material logam yang merupakan campuran aluminium dan silicon,
sehingga material ini memiliki beberapa keungulan antara lain memiliki
kemampuan pendinginan yang baik, ketahanan terhadap aus yang tinggi
Keunggulan pengunaan Die Diasil Cylinder adalah sebagai berikut :
- Ramah lingkungan, karena bukan mengunakan lapisan nikel total Die-Cast Aluminium (mudah didaur ulang)
- Proses dengan teknologi tinggi dan modern (proses otomatis)
- Ekonomis, tidak menggunakan liner besi sehingga nilai produktivitasnya tinggi
- Performa tinggi, antara lain ringan, pendinginan sempurna, meredam suara berisik, awet atau tidak mudah aus, pemakaian oli hemat
Selain itu DiASil Cylinder juga memiliki kemampuan pendinginan yang bagus hal ini dapat dilihat pada grafik dibawah ini, grafik ini menunjukkan permuakaan DiASil Cylinder suhunya lebih rendah dibandingkan Cylinder Aluminium dengan liner besi (conventional)
Keuntungannya adalah
- Bebas perawatan. saking kerasnya dinding DiASil Cylinder, efek pengikisnya banyak berkurang dibanding silender baja (berkurang 2 hingga 3 kali berdasar tes oleh yamaha).
- Makin irit bahan bakar. DiASil Cylinder merawat permukaan film oli secara ideal pada dinding silinder sehingga konsumsi bahan bakar berkurang.
adalah piston yang dibuat dengan sistem forging (tempa). memiliki
ketahanan yang tinggi dibanding piston konvensional, teknologi Forged Piston
adalah teknologi motor balap yang diaplikasikan ke moped. teknologi ini
hanya dimiliki oleh yamaha dan indonesia adalah negara pertama yang
menggunakannya.
Keuntungannya menggunakan Forged Piston antara lain ;
- Tahan lama, tidak mudah aus.
- Suhu muai lebih tinggi.
- Koefisien gesek lebih rendah.
- Berat piston lebih ringan.
- Menghasilkan ‘noise’ lebih kecil.
- Mencegah piston seizure (piston macet)
- Biaya produksi yang efisiensi lapisan timah berfungsi untuk mencegah piston baret sehingga terlihat “berkilau” walaupun bergesekan dengan dinding Cylinder.
Dari waktu ke waktu, teknologi terus dikembangkan untuk sehingga
menjadi lebih efisien. Begitu juga dibidang automotif, perkembangan
teknologi meningkatkan efisiensi mesin sehingga bahan bakar yang
dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Sebagai
Konsumen Anda mungkin pernah mendengar adanya teknologi untuk mengatur
timming pengapian dengan sistem kontrol posisi bukaan gas. Sehingga
melalui teknologi ini timming pengapian pada ruang bakar di sepeda
motor menjadi lebih maksimal dan secara otomatis akan menyesuaikan
dengan kondisi bukaan gas / jumlah bahan bakar yang masuk dalam ruang
bakar. Efisiensi mesin akan meningkat sehingga bahan bakar yang
dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Kontrol
pengapian melalui CDI juga otomatis mengikuti kondisi yang terjadi pada
posisi bukaan gas. Mapping Pengapian terbaik pada CDI secara otomatis
juga akan memberikan efek terhadap performa dan efisiensi mesin motor
tersebut. Itulah kelebihan teknologi “Throttle Position”
Nah tentunya sebagai konsumen akan sangat bijak jika Anda mengetahui
bermacam-macam teknologi ini sehingga mengetahui mana yang terbaik dan
dapat memilih teknologi yang terbaik pula. Pada Yamaha Teknologi ini sering kali disebut TPS (Throttle Position Sensor). Tapi hati-hati ada juga TPS dan TSS yang singkatannya juga berbeda, pada produk kompetitor TPS kalau di jabarkan adalah Throttle Position Switch dan TSS berarti Throttle Switch Sensor. Apa bedanya? Pada Throttle Position Sensor memakai sensor variable untuk mengukur bukaan gas pada bagian karburator, sedang pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor,
mereka masih menggunakan Switch sebagai tombol on/off, sistem ini
bekerja secara manual cuma untuk memindah dua posisi saja (dua mapping
pengapian), jadi bukanlah model variable sensor yang mampu otomatis
berubah menyesuaikan setiap kondisi bukaan gas yang terjadi. Tentu saja
performa kerjanya sangat jauh berbeda walau namanya mirip-mirip. Throttle Position Sensor berkerja jauh lebih komplek dan jauh lebih baik dari model switch yang ada pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor.
Seperti yang sudah kita bahas, teknologi Throttle Position Sensor adalah teknologi Throttle Position yang terbaik, dan inilah yang diaplikasikan Yamaha pada Jupiter MX. Lebih hebatnya lagi Yamaha yang terkenal mampu bikin motor yang dapat lari kencang tidak hanya menerapkan TPS saja pada mesin Jupiter MX untuk membuat konsumsi bahan bakarnya jadi irit, akan tetapi Jupiter MX walau irit tetap mampu berlari kencang. Karena itulah TPS
ini dipadukan dan di-intregasi-kan dengan Pompa Akselerasi sehingga
walau irit tetap dapat menghasilkan tarikan yang spontan. Cara kerjanya
seperti ini:
Jika handle gas dibuka, maka udara akan bertambah dan membuat campuran
menjadi kering (lebih banyak komposisi udara jika dibandingkan dengan
Air Fuel Ratio yang Normal) sehingga akselerasi jadi buruk dan
tersendat. Disini fungsi pompa akselerasi untuk menginjeksikan bahan
bakar ke bagian Ventury di dalam karburator saat terjadi percepatan, sehingga mesin merespon dengan cepat dan tarikan spontan terjadi.
Dengan perpaduan teknologi TPS yang terbaik dan teknologi pompa akselerasi yang sudah intregasi dalam satu kesatuan sistem pengabutan bahan bakar, maka Jupiter MX memiliki teknologi Throttle Position
yang terbaik sehingga memiliki efisiensi mesin 135cc yang terbaik, irit
bahan bakar, tarikan responsif-spontan dan mampu berlari kencang.
Sumber :www.yamaha-friends.com
http://www.yamaha-motor.co.jp/global/asean-touring/machine/technology/index.html
Keunggulan Mesin Tegak dibanding Mesin Horisontal
by: Hyper Dashcategory: Teknologi
|
24
Apr.09
|
Jika kita cermati, Yamaha Jupiter MX memakai mesin dengan
konvigurasi mesin tegak. Sama seperti yang dipergunakan pada Yamaha
V-ixion dan berbagai motor sport modern. Nah apa sih keunggulan mesin
tegak? kok nyaris semua motor sport modern memakai mesin jenis ini.
Sampai-sampai Jupiter MX, bebek Yamaha yang Hi-Tech ini juga pakai
mesin Tegak.
Oke coba kita bahas satu persatu keunggulan mesin tegak.
Pertama, gesekan yang terjadi pada dinding piston dengan dinding dalam
silinder akan lebih kecil jika kondisi arah gesekan semakin vertikal
tegak lurus dengan bumi. Sehingga performa mesin akan lebih baik karena
gesekan yang terjadi pada bagian inti penggerak ini lebih kecil.
Mesinpun akan lebih effisien sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit.
Kedua, bahan bakar yang masuk kedalam mesin melalui karburator akan
lebih lancar, karena tidak perlu melalui leher angsa. Akan tetapi
langsung lurus masuk kedalam mesin. Performa mesin tentu saja lebih
baik dengan adanya pasokan bahan bakar yang lebih lancar dan merata.
Ketiga, mesin tegak lebih tahan banjir. Karena bagian filter udara
dan karburator terletak lebih tinggi dan lebih terlindung dari pada
mesin horisontal. Busi-pun terletak lebih tinggi, sehingga bagian
pemicu pembakaran ini lebih aman dari resiko terendam air.
Keempat, mesin tegak dengan kapasitas mesin (cc) yang besar akan tetap
kompak secara dimensi, tidak sepanjang mesin horisontal. Hal ini
mengakibatkan sepeda motor lebih stabil karena titik berat motor dapat
lebih terpusat di tengah. Selain itu beragam fitur yang lebih baik
dapat diterapkan pada motor yang memakai konfigurasi mesin tegak.
Semisal ada ruang yang cukup untuk Radiator, Monoshock Suspension, dan
penggunaan Delta Box Frame. Tentunya motor makin superior dengan
beragam Fitur ini.
Kelima, sepeda motor yang menggunakan mesin tegak akan lebih lincah
ditikungan, karena titik berat pada mesin tegak lebih tinggi dari pada
titik berat pada mesin horisontal. Hal ini akan membuat motor lebih
dinamis saat bermanuver maupun saat melahap tikungan pada kecepatan
tinggi. Demikian halnya jika kita terjebak dalam kemacetan jalanan kota
besar, motor juga tetap lebih lincah dan handal.
Beberapa hal di atas adalah sebagian keunggulan dari mesin tegak
yang dapat kami sampaikan melalui artikel kali ini. Jadi sudah sangat
tepat apabila Bebek & Sport Hi-Tech Yamaha, yaitu Jupiter MX dan
V-ixion menggunakan konfigurasi mesin tegak. Ini bukti Yamaha selalu
menggunakan teknologi terbaik untuk dipersembahkan kepada semua
konsumen yang dicintai dan mencintai Yamaha.
| Liquid Cooled engine ber-CC Kecil, efektif atau tidak?
by: Hyper Dashcategory: Teknologi
|
04
Jun.09
|
Sering kali kita mendengar adanya pendapat bahwa mesin ber-cc kecil (dibawah 250cc) tidak efektif memakai liquid cooled system,
atau yang biasa kita sebut sebagai radiator. Benarkah pendapat ini?
Padahal seperti yang kita tahu teknologi liquid cooled system ini sudah
diaplikasikan pada mesin Jupiter MX yang berkapasitas 135cc. Nah…mau
tahu kebenarannya? Ikuti penjelasan berikut ini.
Sebenarnya pada mesin dengan cc sekecil apapun, tetap dibutuhkan
sistem pembuangan / penyaluran panas dari dalam sistem mesin ke luar
menuju lingkungan bebas di luar sistem mesin. Dikarenakan pada saat
mesin bekerja terjadi proses pembakaran dalam ruang bakar yang tentu
saja menimbulkan suhu ekstrim yang tinggi di dalam mesin itu sendiri.
Gesekan antara komponen mesin yang bekerja dengan kecepatan tinggi
secara otomatis menimbulkan panas yang sangat tinggi pula. Dengan suhu
panas yang ekstrim ini, performa mesin bisa saja terganggu, oli dalam
mesin dapat rusak, dan tentu saja gesekan antar komponen mesin semakin
besar sehingga mengakibatkan mesin menjadi gampang rusak. So, komponen
pembuangan panas diperlukan sebagai media untuk melakukan transfer
panas dari dalam mesin menuju lingkungan bebas di luar sistem mesin.
Media perpindahan panas ini beragam bentuk dan sistem kerja, ada
yang menggunakan sistem perpindahan panas langsung dari benda padat
(logam) ke udara bebas melalui elemen sirip pendingin yang biasanya ada
di bagian silinder mesin pada mesin berpendingin konvensional. Tetapi
ada pula yang menggunakan pendinginan dua tahap, yaitu tahap pertama
dengan sistem perpindahan panas dari benda padat (logam) menuju ke
benda cair (cairan pendingin), setelah itu baru kemudian panas
dilepaskan menuju ke udara bebas melalui media evaporator yang kita
kenal dengan nama radiator.
Perpindahan panas dari mesin (benda padat) menuju ke benda cair
(cairan pendingin) jauh lebih cepat 5 kali lipat dibandingkan
perpindahan panas dari benda padat menuju udara. Sehingga penggunaan
sistem liquid cooled engine ini jauh lebih efektif dalam
menjaga suhu mesin dalam kondisi ideal pada saat terjadi perubahan
secara mendadak karena perubahan unjuk kerja mesin, ataupun pada saat
mesin bekerja secara ekstrim untuk mengeluarkan kemampuan maksimalnya.
Dengan terjaganya suhu mesin pada kondisi suhu yang ideal secara
stabil, maka efisiensi mesin akan berada pada kondisi puncak, performa
mesin akan maksimal, konsumsi bahan bakar lebih irit dan tentu saja
komponen mesin lebih awet.
Dari ulasan di atas dapat kita simpulkan bahwa liquid cooled system bekerja
lebih efektif dibandingkan mesin dengan sistem pendinginan konvensional
yang menggunakan sirip udara. Jadi pendapat yang menyatakan bahwa
penggunaan liquid cooled system tidak efektif pada mesin dengan
kapasitas cc mesin yang kecil. tidaklah benar. Justru penerapan liquid
cooled system ini tetap lebih baik meski pada mesin ber-cc kecil
sekalipun, hanya mungkin saja faktor harga akan menjadi pertimbangan
pada motor-motor yang ditujukan untuk segmen ekonomis yang memang
rata-rata ber-cc kecil.
Nah khusus untuk Jupiter MX yang memang didesain dan diciptakan
sebagai motor bebek dengan sensasi dan teknologi motor balap, maka
pengunaan liquid cooled akan sangat bermanfaat untuk mendukung performa
mesin MX untuk mencapai puncak performanya. Terlebih dalam mesin
Jupiter MX segala teknologi yang terkandung didalamnya terintregrasi
satu dengan lainnya sehingga saling mendukung keunggulan satu elemen
mesin dengan elemen mesin yang lain. Dengan teknologi mesin
berkonfigurasi tegak 44 derajat 4 Valve SOHC, Teknologi bahan DiASil
Cylinder, Forged Piston, TPS, Pompa Akselerasi dan Liquid Cooled
System, semuanya akan terpadu untuk memberikan performa puncak pada
Jupiter MX. Sehingga pemakaian liquid cooled sistem pada mesin Jupiter
MX akan memberikan kontibusi lebih dari pada pemakaian liquid cooled
sistem pada mesin motor yang lain. Itulah hebatnya mesin Jupiter MX
dengan liquid cooled system-nya.
Bravo Yamaha. Yamaha Semakin Di Depan.Mesin 4 Valve SOHC |
05
Oct.09
|
@font-face { font-family: “MS Mincho”; }@font-face { font-family:
“@MS Mincho”; }p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal { margin: 0cm
0cm 0.0001pt; font-size: 12pt; font-family: “Times New Roman”;
}div.Section1 { page: Section1; }Yamaha Friends tentu mengetahui bahwa
Yamaha V-Ixion dan Jupiter MX menggunakan mesin 4 valve SOHC dan hal
ini menjadi salah satu keunggulan dari produk Yamaha…
Friends tentu bertanya-tanya mengapa harus menggunakan mesin ini??
Apa keunggulannya dari mesin biasa maupun DOHC? Untuk itu kami berusaha
mengupas sedikit mengenai mesin ini. Mudah-mudahan Friends Yamaha
merasa terpuaskan oleh artikel ini.
Perbedaan DOHC 4 klep dan SOHC 4 klep
DOHC 4 klep
Diatas klep langsung dipasangin camshaft yg ditopang oleh shim dan
per klep independen. Keuntungannya hitungan durasi camshaft bisa
langsung tertransfer dibuka/tutupnya klep (lossesnya lebih kecil).
kerugiannya, komponen pendukungnya cukup banyak, sehingga biaya
produksi cenderung lebih mahal dari SOHC.
SOHC 4 klep
Artinya 4 (four) valves SOHC (single overhead camshaft) 1 silinder
dipasok 2 klep masuk dan 2 klep buang (bebek sekarang rata2 hanya 1
klep masuk dan 1 klep buang) yang digerakkan oleh 1 noken as (SOHC).
Jumlah rocker arm ada 2 buah masing2 bercabang 2 untuk menggerakkan 2
klep sekaligus mekanisme dari camshaft ke klep masih melalui
rocker-arm, yg biasanya masih punya losses yg lebih besar mengenai
transfer durasi buka/tutup klep dan profil camshaft. dibandingkan
dengan SOHC 2 klep, keuntungannya lebih pada penggunaan per-klep yang
lebih terdistribusi dengan lebih baik di 2 klep intake dan 2 klep
exhaust dimana efek akhirnya RPM tertinggi yang dicapai bisa lebih
tinggi dibanding SOHC 2 klep, walau masih dibawah RPM DOHC karena ada
faktor durabilitas rocker arm pada RPM tinggi.
Untuk menaikan tenaga mesin ada tiga hal yang bisa dilakukan yaitu
masuk/buang yang baik, kedua pembakaran yang sempurna,dan ketiga
gesekan yang minim.Pada umumnya mesin silinder tunggal menerapkan satu
valve masuk dan valve buang. bisa diperoleh dengan memperluas lebar
lubang masuk dan lubang buang sebesar mungkin namun akan berakibat
nilai muai yang tidak memungkinkan dan patut dipertimbangkan ruang
pembakaran yang sempit.
Bisa pula memperluas lebar payung valve,namun ini meski membuat
tenaga bertambah namun membuat konsumsi bahan bakar agak boros dan
tidak tahan lama. Biasa diterapkan pada balap motor local. Sehingga
untuk memperluas lubang masuk dan buang dibuatkan silinder tunggal
dengan 3 valve,4 valve,dan 5 valve.4-valve
Kali ini dibahas 4 valve saja yang lebih banyak dipergunakan. mesin
dengan 4 valve memiliki 2 valve masuk dan 2 valve keluar. Perumpamaan
saja, 2 pintu lebih memudahkan banyak orang untuk masuk dan keluar
dibandingkan 1 pintu. 4 valve memberikan efek yang merata pada
kecepatan rendah dan akselerasi yang lebih baik. Dengan kata lain
pembakarannya lebih efisien. Itulah mengapa banyak mesin balap dan
performa tinggi menerapkan 4 valve. Sebagai contoh: Yamaha YZR M1 dan
Yamaha juga menerapkannya pada Yamaha V-ixion dan Jupiter mx
Memilih teknologi Throttle Positioning yang terbaik.
by: Hyper Dashcategory: Teknologi
|
10
Jul.09
|
Kemajuan teknologi telah banyak membantu umat manusia. Salah satunya teknologi untuk meningkatkan efisiensi mesin sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit.
Sebagai Konsumen Anda mungkin pernah mendengar adanya teknologi untuk
mengatur timming pengapian dengan sistem kontrol posisi bukaan gas.
Sehingga melalui teknologi ini timming pengapian pada ruang bakar di
sepeda motor menjadi lebih maksimal dan secara otomatis akan
menyesuaikan dengan kondisi bukaan gas / jumlah bahan bakar yang masuk
dalam ruang bakar. Efisiensi mesin akan meningkat sehingga bahan bakar
yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Kontrol
pengapian melalui CDI juga otomatis mengikuti kondisi yang terjadi pada
posisi bukaan gas. Mapping Pengapian terbaik pada CDI secara otomatis
juga akan memberikan efek terhadap performa dan efisiensi mesin motor
tersebut. Itulah kelebihan teknologi “Throttle Position”
Nah tentunya sebagai konsumen akan sangat bijak jika Anda
mengetahui bermacam-macam teknologi ini sehingga mengetahui mana yang
terbaik dan dapat memilih teknologi yang terbaik pula. Pada Yamaha
Teknologi ini sering kali disebut TPS (Throttle Position Sensor).
Tapi hati-hati ada juga TPS dan TSS yang singkatannya juga berbeda,
pada produk kompetitor TPS kalau di jabarkan adalah Throttle Position
Switch dan TSS berarti Throttle Switch Sensor. Apa bedanya? Pada
Throttle Position Sensor memakai sensor variable untuk mengukur bukaan gas pada bagian karburator, sedang pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch
Sensor, mereka masih menggunakan Switch sebagai tombol on / off, sistem
ini bekerja secara manual cuma untuk memindah dua posisi saja (dua
mapping pengapian), jadi bukanlah model variable sensor yang mampu
otomatis berubah menyesuaikan setiap kondisi bukaan gas yang terjadi.
Tentu saja performa kerjanya sangat jauh berbeda walau namanya
mirip-mirip. Throttle Position Sensor berkerja jauh lebih komplek dan jauh lebih baik dari model switch yang ada pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor.
Seperti yang sudah kita bahas, teknologi Throttle Position Sensor
adalah teknologi Throttle Position yang terbaik, dan inilah yang
diaplikasikan Yamaha pada Jupiter MX. Lebih hebatnya lagi Yamaha yang
terkenal mampu bikin motor yang dapat lari kencang tidak hanya
menerapkan TPS saja pada mesin Jupiter MX untuk membuat konsumsi bahan
bakarnya jadi irit, akan tetapi Jupiter MX walau irit tetap mampu
berlari kencang. Karena itulah TPS ini dipadukan dan di-intregasi-kan
dengan Pompa Akselerasi sehingga walau irit tetap dapat menghasilkan
tarikan yang spontan. Cara kerjanya seperti ini:
Jika handle gas dibuka, maka udara akan bertambah dan membuat campuran
menjadi kering (lebih banyak komposisi udara jika dibandingkan dengan
Air Fuel Ratio yang Normal) sehingga akselerasi jadi buruk dan
tersendat. Disini fungsi pompa akselerasi untuk menginjeksikan bahan
bakar ke bagian Ventury di dalam karburator saat terjadi percepatan,
sehingga mesin merespon dengan cepat dan tarikan spontan terjadi.
Dengan perpaduan teknologi TPS yang terbaik dan teknologi pompa
akselerasi yang sudah intregasi dalam satu kesatuan sistem pengabutan
bahan bakar, maka Jupiter MX memiliki teknologi Throttle Position yang
terbaik sehingga memiliki efisiensi mesin 135cc yang terbaik, irit
bahan bakar, tarikan responsif-spontan dan mampu berlari kencang.
JUPITER MX 135 LCYANG LAIN MAKIN KETINGGALAN!!!