BEBEK BALAP

BEBEK BALAP
JUPITER MX

Senin, 21 Mei 2012

Teknologi Yamaha Jupiter MX / T135

Posted on Januari 6, 2011. Filed under: Motor |

Teknologi Yamaha Jupiter MX / T135




Jupiter mx, versi nama Indonesia dari produk aslinya yaitu T135 adalah motor bebek yang lahir dengan mengadopsi teknologi dari motor balap. Faktor keunggulan T135 yang telak membuat kompetitor tak berkutik adalah kapasitas mesinnya paling besar dibandingkan moped lain di indonesia, 4 tak 135 cc 4valve SOHC. Selain itu Jupiter MX juga merupakan moped yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang menggunakan DiASil Cylinder dan Forged Piston yang mendapat jaminan garansi selama 5 tahun. tentu teman-teman bertanya-tanya apa itu sebenarnya teknologi DiASil Cylinder dan Forged Piston?
DiaSil Cylinder

DiaSil Adalah singkatan dari Die Aluminium Silicon, yaitu material logam yang merupakan campuran aluminium dan silicon, sehingga material ini memiliki beberapa keungulan antara lain memiliki kemampuan pendinginan yang baik, ketahanan terhadap aus yang tinggi Keunggulan pengunaan Die Diasil Cylinder adalah sebagai berikut :
  • Ramah lingkungan, karena bukan mengunakan lapisan nikel total Die-Cast Aluminium (mudah didaur ulang)
  • Proses dengan teknologi tinggi dan modern (proses otomatis)
  • Ekonomis, tidak menggunakan liner besi sehingga nilai produktivitasnya tinggi
  • Performa tinggi, antara lain ringan, pendinginan sempurna, meredam suara berisik, awet atau tidak mudah aus, pemakaian oli hemat
DiASil Cylinder dibuat dengan proses Die Casting (cetak) bukan dengan Coated (lapisan) dapat dilihat gambar dibawah ini pelumasan “Elastic-Dynamic” pada permukaan DiASil Cylinder

Selain itu DiASil Cylinder juga memiliki kemampuan pendinginan yang bagus hal ini dapat dilihat pada grafik dibawah ini, grafik ini menunjukkan permuakaan DiASil Cylinder suhunya lebih rendah dibandingkan Cylinder Aluminium dengan liner besi (conventional)

Keuntungannya adalah
  1. Bebas perawatan. saking kerasnya dinding DiASil Cylinder, efek pengikisnya banyak berkurang dibanding silender baja (berkurang 2 hingga 3 kali berdasar tes oleh yamaha).
  2. Makin irit bahan bakar. DiASil Cylinder merawat permukaan film oli secara ideal pada dinding silinder sehingga konsumsi bahan bakar berkurang.
Forged Piston
adalah piston yang dibuat dengan sistem forging (tempa). memiliki ketahanan yang tinggi dibanding piston konvensional, teknologi Forged Piston adalah teknologi motor balap yang diaplikasikan ke moped. teknologi ini hanya dimiliki oleh yamaha dan indonesia adalah negara pertama yang menggunakannya.

Keuntungannya menggunakan Forged Piston antara lain ;
  • Tahan lama, tidak mudah aus.
  • Suhu muai lebih tinggi.
  • Koefisien gesek lebih rendah.
  • Berat piston lebih ringan.
  • Menghasilkan ‘noise’ lebih kecil.
  • Mencegah piston seizure (piston macet)
  • Biaya produksi yang efisiensi lapisan timah berfungsi untuk mencegah piston baret sehingga terlihat “berkilau” walaupun bergesekan dengan dinding Cylinder.
Dari waktu ke waktu, teknologi terus dikembangkan untuk sehingga menjadi lebih efisien. Begitu juga dibidang automotif, perkembangan teknologi meningkatkan efisiensi mesin sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Sebagai Konsumen Anda mungkin pernah mendengar adanya teknologi untuk mengatur timming pengapian dengan sistem kontrol posisi bukaan gas. Sehingga melalui teknologi ini timming pengapian pada ruang bakar di sepeda motor menjadi lebih maksimal dan secara otomatis akan menyesuaikan dengan kondisi bukaan gas / jumlah bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar. Efisiensi mesin akan meningkat sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Kontrol pengapian melalui CDI juga otomatis mengikuti kondisi yang terjadi pada posisi bukaan gas. Mapping Pengapian terbaik pada CDI secara otomatis juga akan memberikan efek terhadap performa dan efisiensi mesin motor tersebut. Itulah kelebihan teknologi “Throttle Position

Nah tentunya sebagai konsumen akan sangat bijak jika Anda mengetahui bermacam-macam teknologi ini sehingga mengetahui mana yang terbaik dan dapat memilih teknologi yang terbaik pula. Pada Yamaha Teknologi ini sering kali disebut TPS (Throttle Position Sensor). Tapi hati-hati ada juga TPS dan TSS yang singkatannya juga berbeda, pada produk kompetitor TPS kalau di jabarkan adalah Throttle Position Switch dan TSS berarti Throttle Switch Sensor. Apa bedanya? Pada Throttle Position Sensor memakai sensor variable untuk mengukur bukaan gas pada bagian karburator, sedang pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor, mereka masih menggunakan Switch sebagai tombol on/off, sistem ini bekerja secara manual cuma untuk memindah dua posisi saja (dua mapping pengapian), jadi bukanlah model variable sensor yang mampu otomatis berubah menyesuaikan setiap kondisi bukaan gas yang terjadi. Tentu saja performa kerjanya sangat jauh berbeda walau namanya mirip-mirip. Throttle Position Sensor berkerja jauh lebih komplek dan jauh lebih baik dari model switch yang ada pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor.
Seperti yang sudah kita bahas, teknologi Throttle Position Sensor adalah teknologi Throttle Position yang terbaik, dan inilah yang diaplikasikan Yamaha pada Jupiter MX. Lebih hebatnya lagi Yamaha yang terkenal mampu bikin motor yang dapat lari kencang tidak hanya menerapkan TPS saja pada mesin Jupiter MX untuk membuat konsumsi bahan bakarnya jadi irit, akan tetapi Jupiter MX walau irit tetap mampu berlari kencang. Karena itulah TPS ini dipadukan dan di-intregasi-kan dengan Pompa Akselerasi sehingga walau irit tetap dapat menghasilkan tarikan yang spontan. Cara kerjanya seperti ini:
Jika handle gas dibuka, maka udara akan bertambah dan membuat campuran menjadi kering (lebih banyak komposisi udara jika dibandingkan dengan Air Fuel Ratio yang Normal) sehingga akselerasi jadi buruk dan tersendat. Disini fungsi pompa akselerasi untuk menginjeksikan bahan bakar ke bagian Ventury di dalam karburator saat terjadi percepatan, sehingga mesin merespon dengan cepat dan tarikan spontan terjadi.
Dengan perpaduan teknologi TPS yang terbaik dan teknologi pompa akselerasi yang sudah intregasi dalam satu kesatuan sistem pengabutan bahan bakar, maka Jupiter MX memiliki teknologi Throttle Position yang terbaik sehingga memiliki efisiensi mesin 135cc yang terbaik, irit bahan bakar, tarikan responsif-spontan dan mampu berlari kencang.
Sumber :
www.yamaha-friends.com
http://www.yamaha-motor.co.jp/global/asean-touring/machine/technology/index.html

Keunggulan Mesin Tegak dibanding Mesin Horisontal

by: Hyper Dashcategory: Teknologi
Bookmark and Share
24
Apr.09
Jika kita cermati, Yamaha Jupiter MX memakai mesin dengan konvigurasi mesin tegak. Sama seperti yang dipergunakan pada Yamaha V-ixion dan berbagai motor sport modern. Nah apa sih keunggulan mesin tegak? kok nyaris semua motor sport modern memakai mesin jenis ini. Sampai-sampai Jupiter MX, bebek Yamaha yang Hi-Tech ini juga pakai mesin Tegak.
Oke coba kita bahas satu persatu keunggulan mesin tegak.
Pertama, gesekan yang terjadi pada dinding piston dengan dinding dalam silinder akan lebih kecil jika kondisi arah gesekan semakin vertikal tegak lurus dengan bumi. Sehingga performa mesin akan lebih baik karena gesekan yang terjadi pada bagian inti penggerak ini lebih kecil. Mesinpun akan lebih effisien sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit.
Kedua, bahan bakar yang masuk kedalam mesin melalui karburator akan lebih lancar, karena tidak perlu melalui leher angsa. Akan tetapi langsung lurus masuk kedalam mesin. Performa mesin tentu saja lebih baik dengan adanya pasokan bahan bakar yang lebih lancar dan merata.
Ketiga, mesin tegak lebih tahan banjir. Karena bagian filter udara dan karburator terletak lebih tinggi dan lebih terlindung dari pada mesin horisontal. Busi-pun terletak lebih tinggi, sehingga bagian pemicu pembakaran ini lebih aman dari resiko terendam air.
mesin tegak
Keempat, mesin tegak dengan kapasitas mesin (cc) yang besar akan tetap kompak secara dimensi, tidak sepanjang mesin horisontal. Hal ini mengakibatkan sepeda motor lebih stabil karena titik berat motor dapat lebih terpusat di tengah. Selain itu beragam fitur yang lebih baik dapat diterapkan pada motor yang memakai konfigurasi mesin tegak. Semisal ada ruang yang cukup untuk Radiator, Monoshock Suspension, dan penggunaan Delta Box Frame. Tentunya motor makin superior dengan beragam Fitur ini.
Kelima, sepeda motor yang menggunakan mesin tegak akan lebih lincah ditikungan, karena titik berat pada mesin tegak lebih tinggi dari pada titik berat pada mesin horisontal. Hal ini akan membuat motor lebih dinamis saat bermanuver maupun saat melahap tikungan pada kecepatan tinggi. Demikian halnya jika kita terjebak dalam kemacetan jalanan kota besar, motor juga tetap lebih lincah dan handal.
Beberapa hal di atas adalah sebagian keunggulan dari mesin tegak yang dapat kami sampaikan melalui artikel kali ini. Jadi sudah sangat tepat apabila Bebek & Sport Hi-Tech Yamaha, yaitu Jupiter MX dan V-ixion menggunakan konfigurasi mesin tegak. Ini bukti Yamaha selalu menggunakan teknologi terbaik untuk dipersembahkan kepada semua konsumen yang dicintai dan mencintai Yamaha.
Liquid Cooled engine ber-CC Kecil, efektif atau tidak?
by: Hyper Dashcategory: Teknologi
Bookmark and Share
04
Jun.09
Sering kali kita mendengar adanya pendapat bahwa mesin ber-cc kecil (dibawah 250cc) tidak efektif memakai liquid cooled system, atau yang biasa kita sebut sebagai radiator. Benarkah pendapat ini? Padahal seperti yang kita tahu teknologi liquid cooled system ini sudah diaplikasikan pada mesin Jupiter MX yang berkapasitas 135cc. Nah…mau tahu kebenarannya? Ikuti penjelasan berikut ini.
Sebenarnya pada mesin dengan cc sekecil apapun, tetap dibutuhkan sistem pembuangan / penyaluran panas dari dalam sistem mesin ke luar menuju lingkungan bebas di luar sistem mesin. Dikarenakan pada saat mesin bekerja terjadi proses pembakaran dalam ruang bakar yang tentu saja menimbulkan suhu ekstrim yang tinggi di dalam mesin itu sendiri. Gesekan antara komponen mesin yang bekerja dengan kecepatan tinggi secara otomatis menimbulkan panas yang sangat tinggi pula. Dengan suhu panas yang ekstrim ini, performa mesin bisa saja terganggu, oli dalam mesin dapat rusak, dan tentu saja gesekan antar komponen mesin semakin besar sehingga mengakibatkan mesin menjadi gampang rusak. So, komponen pembuangan panas diperlukan sebagai media untuk melakukan transfer panas dari dalam mesin menuju lingkungan bebas di luar sistem mesin.
Media perpindahan panas ini beragam bentuk dan sistem kerja, ada yang menggunakan sistem perpindahan panas langsung dari benda padat (logam) ke udara bebas melalui elemen sirip pendingin yang biasanya ada di bagian silinder mesin pada mesin berpendingin konvensional. Tetapi ada pula yang menggunakan pendinginan dua tahap, yaitu tahap pertama dengan sistem perpindahan panas dari benda padat (logam) menuju ke benda cair (cairan pendingin), setelah itu baru kemudian panas dilepaskan menuju ke udara bebas melalui media evaporator yang kita kenal dengan nama radiator.
Perpindahan panas dari mesin (benda padat) menuju ke benda cair (cairan pendingin) jauh lebih cepat 5 kali lipat dibandingkan perpindahan panas dari benda padat menuju  udara. Sehingga penggunaan sistem liquid cooled engine ini jauh lebih efektif dalam menjaga suhu mesin dalam kondisi ideal pada saat terjadi perubahan secara mendadak karena perubahan unjuk kerja mesin, ataupun pada saat mesin bekerja secara ekstrim untuk mengeluarkan kemampuan maksimalnya. Dengan terjaganya suhu mesin pada kondisi suhu yang ideal secara stabil, maka efisiensi mesin akan berada pada kondisi puncak, performa mesin akan maksimal, konsumsi bahan bakar lebih irit dan tentu saja komponen mesin lebih awet.
Dari ulasan di atas dapat kita simpulkan  bahwa liquid cooled system bekerja lebih efektif dibandingkan mesin dengan sistem pendinginan konvensional yang menggunakan sirip udara. Jadi pendapat yang menyatakan bahwa penggunaan liquid cooled system tidak efektif pada mesin dengan kapasitas cc mesin yang kecil. tidaklah benar. Justru penerapan liquid cooled system ini tetap lebih baik meski pada mesin ber-cc kecil sekalipun, hanya mungkin saja faktor harga akan menjadi pertimbangan pada motor-motor yang ditujukan untuk segmen ekonomis yang memang rata-rata ber-cc kecil.
mesin Jupiter MX
Nah khusus untuk Jupiter MX yang memang didesain dan diciptakan sebagai motor bebek dengan sensasi dan teknologi motor balap, maka pengunaan liquid cooled akan sangat bermanfaat untuk mendukung performa mesin MX untuk mencapai puncak performanya. Terlebih dalam mesin Jupiter MX segala teknologi yang terkandung didalamnya terintregrasi satu dengan lainnya sehingga saling mendukung keunggulan satu elemen mesin dengan elemen mesin yang lain. Dengan teknologi mesin berkonfigurasi tegak 44 derajat 4 Valve SOHC, Teknologi bahan DiASil Cylinder, Forged Piston, TPS, Pompa Akselerasi dan Liquid Cooled System, semuanya akan terpadu untuk memberikan performa puncak pada Jupiter MX. Sehingga pemakaian liquid cooled sistem pada mesin Jupiter MX akan memberikan kontibusi lebih dari pada pemakaian liquid cooled sistem pada mesin motor yang lain. Itulah hebatnya mesin Jupiter MX dengan liquid cooled system-nya.
Bravo Yamaha. Yamaha Semakin Di Depan.

Mesin 4 Valve SOHC

by: Devan MXcategory: Teknologi
05
Oct.09
@font-face { font-family: “MS Mincho”; }@font-face { font-family: “@MS Mincho”; }p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal { margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-size: 12pt; font-family: “Times New Roman”; }div.Section1 { page: Section1; }Yamaha Friends tentu mengetahui bahwa Yamaha V-Ixion dan Jupiter MX menggunakan mesin 4 valve SOHC dan hal ini menjadi salah satu keunggulan dari produk Yamaha… Friends tentu bertanya-tanya mengapa harus menggunakan mesin ini?? Apa keunggulannya dari mesin biasa maupun DOHC? Untuk itu kami berusaha mengupas sedikit mengenai mesin ini. Mudah-mudahan Friends Yamaha merasa terpuaskan oleh artikel ini.
Perbedaan DOHC 4 klep dan SOHC 4 klep

DOHC 4 klep
Diatas klep langsung dipasangin camshaft yg ditopang oleh  shim dan per klep independen. Keuntungannya hitungan durasi camshaft bisa langsung tertransfer dibuka/tutupnya klep (lossesnya lebih kecil). kerugiannya, komponen pendukungnya cukup banyak, sehingga  biaya produksi cenderung lebih mahal dari SOHC.
SOHC 4 klep
Artinya 4 (four) valves SOHC (single overhead camshaft) 1 silinder dipasok 2 klep masuk dan 2 klep buang (bebek sekarang rata2 hanya 1 klep masuk dan 1 klep buang) yang digerakkan oleh 1 noken as (SOHC). Jumlah rocker arm ada 2 buah masing2 bercabang 2 untuk menggerakkan 2 klep sekaligus mekanisme dari camshaft ke klep masih melalui rocker-arm, yg biasanya masih punya losses yg lebih besar mengenai transfer durasi buka/tutup klep dan profil camshaft. dibandingkan  dengan SOHC 2 klep, keuntungannya lebih pada penggunaan per-klep yang lebih terdistribusi dengan lebih baik di 2 klep intake dan 2 klep exhaust dimana efek akhirnya RPM tertinggi yang dicapai bisa lebih tinggi dibanding SOHC 2 klep, walau masih dibawah RPM DOHC karena ada faktor durabilitas rocker arm pada RPM tinggi.

Mengapa harus 4 klep SOHC ?
Untuk menaikan tenaga mesin ada tiga hal yang bisa dilakukan yaitu masuk/buang yang baik, kedua pembakaran yang sempurna,dan ketiga gesekan yang minim.Pada umumnya mesin silinder tunggal menerapkan satu valve masuk dan valve buang. bisa diperoleh dengan memperluas lebar lubang masuk dan lubang buang sebesar mungkin namun akan berakibat nilai muai yang tidak memungkinkan dan patut dipertimbangkan ruang pembakaran yang sempit.
Bisa pula memperluas lebar payung valve,namun ini meski membuat tenaga bertambah namun membuat konsumsi bahan bakar agak boros dan tidak tahan lama. Biasa diterapkan pada balap motor local. Sehingga untuk memperluas lubang masuk dan buang dibuatkan silinder tunggal dengan 3 valve,4 valve,dan 5 valve.4-valve
Kali ini dibahas 4 valve saja yang lebih banyak dipergunakan. mesin dengan 4 valve memiliki 2 valve masuk dan 2 valve keluar. Perumpamaan saja, 2 pintu lebih memudahkan banyak orang untuk masuk dan keluar dibandingkan 1 pintu. 4 valve memberikan efek yang merata pada kecepatan rendah dan akselerasi yang lebih baik. Dengan kata lain pembakarannya lebih efisien. Itulah mengapa banyak mesin balap dan performa tinggi menerapkan 4 valve. Sebagai  contoh: Yamaha YZR M1 dan Yamaha juga menerapkannya pada Yamaha V-ixion dan Jupiter mx

Memilih teknologi Throttle Positioning yang terbaik.

by: Hyper Dashcategory: Teknologi
Bookmark and Share
10
Jul.09
Kemajuan teknologi telah banyak membantu umat manusia. Salah satunya teknologi untuk meningkatkan efisiensi mesin sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Sebagai Konsumen Anda mungkin pernah mendengar adanya teknologi untuk mengatur timming pengapian dengan sistem kontrol posisi bukaan gas. Sehingga melalui teknologi ini timming pengapian pada ruang bakar di sepeda motor menjadi lebih maksimal dan secara otomatis akan menyesuaikan dengan kondisi bukaan gas / jumlah bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar. Efisiensi mesin akan meningkat sehingga bahan bakar yang dikonsumsi oleh mesin menjadi lebih hemat atau lebih irit. Kontrol pengapian melalui CDI juga otomatis mengikuti kondisi yang terjadi pada posisi bukaan gas. Mapping Pengapian terbaik pada CDI secara otomatis juga akan memberikan efek terhadap performa dan efisiensi mesin motor tersebut. Itulah kelebihan teknologi “Throttle Position” Nah tentunya sebagai konsumen akan sangat bijak jika Anda mengetahui bermacam-macam teknologi ini sehingga mengetahui mana yang terbaik dan dapat memilih teknologi yang terbaik pula. Pada Yamaha Teknologi ini sering kali disebut TPS (Throttle Position Sensor). Tapi hati-hati ada juga TPS dan TSS yang singkatannya juga berbeda, pada produk kompetitor TPS kalau di jabarkan adalah Throttle Position Switch dan TSS berarti Throttle Switch Sensor. Apa bedanya? Pada Throttle Position Sensor memakai sensor variable untuk mengukur bukaan gas pada bagian karburator, sedang pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor, mereka masih menggunakan Switch sebagai tombol on / off, sistem ini bekerja secara manual cuma untuk memindah dua posisi saja (dua mapping pengapian), jadi bukanlah model variable sensor yang mampu otomatis berubah menyesuaikan setiap kondisi bukaan gas yang terjadi. Tentu saja performa kerjanya sangat jauh berbeda walau namanya mirip-mirip. Throttle Position Sensor berkerja jauh lebih komplek dan jauh lebih baik dari model switch yang ada pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor.
Seperti yang sudah kita bahas, teknologi Throttle Position Sensor adalah teknologi Throttle Position yang terbaik, dan inilah yang diaplikasikan Yamaha pada Jupiter MX. Lebih hebatnya lagi Yamaha yang terkenal mampu bikin motor yang dapat lari kencang tidak hanya menerapkan TPS saja pada mesin Jupiter MX untuk membuat konsumsi bahan bakarnya jadi irit, akan tetapi Jupiter MX walau irit tetap mampu berlari kencang. Karena itulah TPS ini dipadukan dan di-intregasi-kan dengan Pompa Akselerasi sehingga walau irit tetap dapat menghasilkan tarikan yang spontan. Cara kerjanya seperti ini:
Jika handle gas dibuka, maka udara akan bertambah dan membuat campuran menjadi kering (lebih banyak komposisi udara jika dibandingkan dengan Air Fuel Ratio yang Normal) sehingga akselerasi jadi buruk dan tersendat. Disini fungsi pompa akselerasi untuk menginjeksikan bahan bakar ke bagian Ventury di dalam karburator saat terjadi percepatan, sehingga mesin merespon dengan cepat dan tarikan spontan terjadi.
Dengan perpaduan teknologi TPS yang terbaik dan teknologi pompa akselerasi yang sudah intregasi dalam satu kesatuan sistem pengabutan bahan bakar, maka Jupiter MX memiliki teknologi Throttle Position yang terbaik sehingga memiliki efisiensi mesin 135cc yang terbaik, irit bahan bakar, tarikan responsif-spontan dan mampu berlari kencang.
JUPITER MX 135 LC
YANG LAIN MAKIN KETINGGALAN!!!

Valentino Rossi: Ducati is bad Unridable!!!

All new 2011 Yamaha T135 TVC Jupiter MX Sniper MX 135LC Exciter 135 Spa...

Yamaha New Jupiter MX logo3D 01 460x306 Yamaha Jupiter MX 2013 Berlogo 3D
JAKARTA [DP] – Setelah mengeluarkan New Jupiter Z White yang dibintangi Jorge Lorenzo, Yamaha Indonesia merilis Jupiter MX 2013 dengan facelift striping dan logo unik Yamaha 3D.
Logo Yamaha 3D pada bagian leg shield (perisai kaki) kanan dan kiri merupakan perubahan paling spesial dari Jupiter MX baru. Logonya timbul dan menguatkan kesan sporty, mewah dan elegan.
”Dari semua tipe dan varian sepeda motor Yamaha, hanya Jupiter MX yang memiliki logo 3D unik ini. Yamaha ingin memberikan sesuatu yang baru kepada para konsumen dan inovasi ini bisa dibilang merupakan tren terbaru yang diciptakan Yamaha setelah mengeluarkan warna putih pada produk-produk kami,” sebut Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Head Yamaha Indonesia.
Grafis New Jupiter MX memiliki konsep baru bertema desain artistik modern masa depan. Konsep grafis Jupiter MX dengan kopling seperti mobil sports canggih dan futuristik. Motif pada leg shield-nya berbentuk serat kevlar, seperti elemen yang digunakan pada mobil-mobil balap Formula One (F1) dan MotoGP.
Sedangkan Jupiter MX otomatis mengambil desain simbol artistik mewah kerajaan-kerajaan masa depan dengan elemen metal atau ukiran-ukiran pada permukaan logam mulia. Grafisnya harmonis menyatu dari leg shield sampai body belakang. Logo MX pada body belakangnya seperti logam mulia platinum.
Yamaha Jupier MX baru juga punya warna baru putih yang menggantikan warna emas. Warna putih kombinasi hitam tersedia untuk Jupiter MX yang menggunakan kopling. Selain itu ada juga warna merah kombinasi hitam, biru hitam, hijau hitam dan hitam solid.  Sementara Jupiter MX baru  otomatis punya tiga warna yaitu merah hitam, hijau hitam dan hitam biru.
Jupiter MX teranyar ini siap dipasarkan bulan ini dengan harga tetap 16.515.000 rupiah on-the-road untuk wilayah Jabodetabek. Spesifikasi mesinnya tidak berubah dengan tipe mesin 4-langkah, 4 valve, SOHC, berpendingin cairan dan berkapasitas 135 cc. Mesinnya mampu menyemburkan tenaga hingga 12,52 PS di putaran 8.500 rpm dengan torsi puncak mencapai 12,14 Nm di 6.000 rpm. (dp)
© 2012, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.
Tidak ada berita terkait.